Ditulis oleh: Muhammad Aprieldauzi F.

Kategori: Networking, Linux Customization, Tutorial

Halo, sobat Cisco dan pejuang sertifikasi CCNA!

Masih dalam edisi tugas magang, setelah kemarin kita sukses menaklukkan GNS3, hari ini aku lanjut ke tool wajib sejuta umat anak jaringan yaitu Cisco Packet Tracer. Sebagai mahasiswa Teknologi Rekayasa Internet, aplikasi ini hukumnya fardhu 'ain buat buka materi NetAcad (.pka) dan simulasi ringan sebelum terjun ke alat tempur beneran.

Tampilan Software Cisco Packet Tracer
Gambar 1. Tampilan Software Cisco Packet Tracer
Kanvas awal Cisco Packet Tracer
Gambar 2. Kanvas awal Cisco Packet Tracer

Saat aku memakai Windows, instalasinya mudah banget tinggal Next-Next-Finish sambil merem pun jadi. Di Arch Linux (Hyprland Edition)? Tentu tidak semudah itu, Ferguso. Ada drama lisensi tertutup (proprietary) dan konflik tampilan grafik yang bikin bingung sendiri. Mouse ngeklik tapi menu gak bisa diklik, sampai terminal yang bingung cari file instalasi.

Berikut adalah catatan perjalananku menginstall Packet Tracer hari ini, dari yang tadinya error "Command Not Found" sampai akhirnya bisa jalan mulus di Hyprland.


TAHAP 1

Kenapa Tidak Bisa pacman -S?

Hal pertama yang harus dipahami: Cisco Packet Tracer itu Proprietary. Cisco tidak mengizinkan bot atau script otomatis (seperti Pacman/AUR Helper) untuk mendownload aplikasinya langsung dari server mereka. Kita harus login dan download sendiri pakai akun manusia.

Jadi, kalau kalian coba nekat pakai perintah standar seperti yay -S packettracer, kemungkinan besar akan gagal atau stuck karena dia bingung cari file mentahannya di mana.


TAHAP 2

Instalasi Manual (The "Arch" Way)

Karena tidak bisa otomatis, kita harus pakai Jalan Sang Pejuang alias cara manual tradisional. Ini langkah yang aku lakukan dan 100% berhasil:

  1. 1. Download mentahan Cisco Packet Tracer nya dulu
    Wajib login ke website Cisco NetAcad, lalu download installer versi Linux (biasanya format .deb Ubuntu 64-bit). Simpan file ini baik-baik, jangan diubah namanya sembarangan.

    File installer .deb yang sudah didownload
    Gambar 2. File installer .deb yang sudah didownload
  2. 2. Racik Paket Lewat Terminal
    Kita gunakan script dari AUR untuk mengubah file .deb tadi menjadi paket Arch Linux. Buka terminal estetik mu dan ikuti langkah-langkah dibawah ini:

    git clone https://aur.archlinux.org/packettracer.git
    cd packettracer
  3. 3. Masukkan File .deb ke Folder Build
    Di sinilah banyak orang yang gagal. Sebelum menjalankan perintah selanjutnya, kamu WAJIB menyalin (copy) file .deb yang sudah didownload tadi ke dalam folder packettracer ini. Kalau tidak, proses instalasi akan bilang "Success" tapi aplikasinya KOSONG.

    cp ~/Downloads/CiscoPacketTracer_*.deb .
  4. 4. Bungkus & Install
    Setelah file .deb ada di dalam folder, jalankan perintah sakti ini:

    makepkg -si
    Proses makepkg berjalan sukses
    Gambar 3. Proses makepkg berjalan sukses

Nah, karena masalah diatas adalah aplikasi nya KOSONG karena File Packet Tracer-nya ada, tapi lokasinya berbeda dari biasanya. Versi yang terinstall di sistem ku ternyata berbasis AppImage (sebuah format aplikasi portabel), bukan instalasi standar folder /opt.

File packet tracer terdeteksi ada tapi berbasis AppImage
Gambar 4. File packet tracer terdeteksi ada tapi berbasis AppImage

Cara mengatasinya ketik saja atau copy-paste perintah ini di terminal untuk menjalankan file AppImage tersebut:

/usr/lib/packettracer/packettracer.AppImage

TAHAP 3

Solusi Drama Hyprland Aplikasi Zombie

Setelah terinstall dengan benar semuanya, aku coba panggil lewat terminal dengan mengetik packettracer. Aplikasinya terbuka. Hoho? Belum tentu.

Ternyata tampilannya malah nge-bug parah. Menu-menu di atas tidak bisa diklik. Mouse digerakkan bisa, tapi diklik tidak respon sama sekali, kayak aplikasi "patung". Ini nih penyakit klasik aplikasi berbasis Qt di lingkungan Wayland/Hyprland. Dia itu bingung merender input mouse secara native. Solusinya adalah kita harus memaksa Packet Tracer berjalan menggunakan mode kompatibilitas X11 (xcb). Perintah saktinya adalah:

QT_QPA_PLATFORM=xcb packettracer

Begitu pakai perintah itu, klik kanan-kiri langsung lancar jaya! Tapi masa sih kita yang biasa sat-set-wat-wet apalagi pakai Arch, setiap mau belajar routing harus ngetik perintah panjang itu? Yang bener aja.

Jadi, caranya buat Shortcut permanen biar efisien, aku bikin wrapper script yang menimpa perintah asli, jadi sistem otomatis pakai mode xcb setiap kali dipanggil.

# Timpa shortcut bawaan dengan script wrapper kita echo '#!/bin/bash QT_QPA_PLATFORM=xcb /usr/lib/packettracer/packettracer.AppImage "$@"' | sudo tee /usr/bin/packettracer # Beri izin eksekusi sudo chmod +x /usr/bin/packettracer
Membuat script agar Packet Tracer jalan otomatis
Gambar 5. Membuat script agar Packet Tracer jalan otomatis di mode XCB

Sekarang coba ketik packettracer biasa di terminal atau buka lewat menu aplikasi. JOSJIS! Aplikasi terbuka, mouse lancar, dan siap dipakai buat ngelab.

Packet Tracer sudah berjalan sempurna
Gambar 6. Packet Tracer sudah berjalan sempurna dan responsif

Install Packet Tracer di Arch Linux itu butuh ketelitian ekstra dibanding distro lain. Poin utamanya adalah Download Manual: Jangan manja minta otomatis, Cisco itu ketat. Cek Folder Build: Pastikan file .deb sudah masuk folder sebelum compile biar nggak install angin. Pengguna Hyprland: Wajib pakai mode xcb biar mouse nggak macet. Sekarang Packet Tracer-ku sudah nangkring manis di Waybar dan siap dipakai simulasi. Buat kalian yang ngalamin error serupa, semoga panduan ini membantu!

Happy Routing!

Artikel Ini Dipersembahkan Oleh
PT. RADNET DIGITAL INDONESIA

Pionir Solusi Kebutuhan Digital Terpercaya di Indonesia