Halo, sobat karbit pecinta waifu Elysia!
Gimana kabarnya bit? Sudah bisa ketemu Elysia di mimpi tidur tadi? Kalau belum, wah kebangetan sih katanya waifu nya Elysia. Tukang klaim waifu seperti kita patut diberi pelajaran ya! Daripada kalian para pembaca yang sudah penasaran dan makin bingung karena pertama kali baca nama aneh Elysia, sini aku jelasin biar gak banyak tanya siapa sih Elysia itu.
"Elysia" nama yang terdengar asing bukan bagi pembaca yang tidak mengikuti dunia per-waifu-an. Jadi begini, dahulu kala ada seorang karakter dari sebuah game ternama dari developer miHoYo. Pada tahun 2016-2018 sebuah game berjudul "HONKAI IMPACT 3RD" dirilis ke publik oleh developer miHoYo, game tersebut bertemakan dunia Sci-Fi (Fiksi Ilmiah), Post-Apocalyptic dimana ini diartikan dengan dunia yang hancur setelah bencana Honkai menyerang bumi. Untuk style dari game ini sendiri merupakan Anime dengan Action RPG, dengan gameplay Hack and Slash.
Lantas dimanakah si Elysia ini berada? Apakah dia sudah mati karena bencana itu? Ataukah dia masih hidup dan sedang berjuang dengan Valkryie yang lainnya. Bagi yang belum tahu Valkryie itu apa, Valkryie merupakan orang-orang yang memiliki keberanian untuk melindungi dunia dan orang tersayang nya dari bencana honkai yang masih menyebar dengan tujuan untuk "Fight for All That is Beautiful in the World". Slogan tersebut merupakan inti motivasi dari seluruh karakter Honkai yang pernah ada, dengan semangat tersebut mereka bertarung bukan untuk sebuah harta, jabatan, dan kekuasaan melainkan demi senyuman sederhana, rasa dosa yang terbayarkan, dan memikul dunia yang lebih baik lagi kedepannya untuk orang-orang tercinta nya.
Elysia sendiri merupakan karakter dari game Honkai Impact 3rd yang bisa kalian bayangkan sebagai sesosok gadis yang hadir bak keajaiban di tengah dunia yang hancur; dialah Elysia, sang "Miss Pink Elf" yang mempesona bukan hanya karena parasnya yang seindah kristal atau rambut merah mudanya yang ikonik, melainkan karena cintanya yang tulus dan tak terbatas kepada umat manusia. Di balik sifatnya yang jahil dan penuh senyum, ia menyimpan jiwa paling murni yang rela menukar keberadaannya sendiri demi memberikan "harapan" bagi masa depan orang lain, menjadikannya definisi sempurna dari kecantikan yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyentuh hati sebagai simbol pengorbanan dan cinta abadi yang takkan pernah pudar.
Jangan biarkan senyum manis dirinya dan sifat jahilnya menipumu, karena di balik pesona lembut itu, Elysia adalah sosok terkuat yang menduduki peringkat kedua terkuat tepat di bawah sang legenda Kevin Kaslana, pahlawan terkuat umat manusia sekaligus teman terdekat atau bahkan crush nya Elysia lohh yang memikul seluruh beban penyelamatan dunia di pundaknya. Sebagai yang terkuat dan tercantik ia memiliki kekuatan tempur yang mengerikan namun memilih menyembunyikannya di balik keanggunan. Puncak kisah heroiknya terungkap saat ia menerima jati dirinya sebagai Herrscher of Human: Ego; sebuah anomali ilahi yang bukannya membawa kehancuran dunia dengan kekuatan Honkai nya, malah rela untuk mengorbankan eksistensinya sendiri demi mengubah takdir dan menyelamatkan masa depan umat manusia yang begitu dicintainya.
Ehe, sepertinya sudah cukup untuk pengenalan karakter Elysia nya, sudah puas kan? Kalau mau lebih panjang lagi bisa eksplor di internet karena sudah banyak sekali pembahasan cerita latar belakang nya dan sebagainya.
BABAK 1
ARCH LINUX HYPRLAND, DISTRO, DAN RICING
Sekarang waktunya beralih ke, Apa itu Arch Linux? Arch Linux adalah distribusi Linux minimalis yang berbasis rolling release memungkinkan pengguna nya dapat update software terbaru secara instan dan berkelanjutan. Sistem ini kasih kebebasan mutlak untuk user nya dalam membangun dan memodifikasi setiap aspek komputer dari nol, menjadikannya pilihan favorit bagi para user yang suka custom tampilan. Arch Linux sendiri pertama kali dirilis secara publik pada tanggal 11 Maret 2002, versi pertama diberi nomor 0.1 dengan nama kode "Homer", dibangun oleh seorang programmer asal Kanada bernama Judd Vinet.
Lantas bagaimana dengan Distro dan Ricing, sebenarnya mereka berdua itu apa dan kenapa rekomen banget bagi yang suka custom. Dalam Arch Linux, Distro bertindak sebagai fondasi yang dasar mirip sebuah kanvas kosong yang memberikan full control kepada user tanpa memaksakan tampilan bawaan Arch. Kebebasan ini melahirkan budaya ricing, yaitu seni memodifikasi antarmuka visual dan konfigurasi sistem secara mendalam hingga ke detail terkecil, mengubah tampilan desktop yang awalnya kaku menjadi karya seni digital yang estetis, unik, dan sepenuhnya mencerminkan kepribadian serta alur kerja pemiliknya.
Nah, belum afdol atau sah bila kita nge-custom Arch tidak pakai komposer visual yang modern dan kaya akan efek seperti Hyprland ini. Di panggung inilah Hyprland berperan sebagai komposer visual modern yang berbasis Wayland, dimana ia mampu untuk menyempurnakan custom tersebut mulai dari animasi yang mulus dan efek dynamic transparency, sehingga user dapat menciptakan pengalaman desktop yang tidak hanya fungsional tapi juga memanjakan mata.
BABAK 2
INSTALASI ELYSIA OS DUALBOOT WINDOWS
Setelah tadi mengetahui penjelasan tentang Arch Linux dan sekeluarga nya, kita mengarah langsung saja tanpa basa-basi lagi yaitu bagian instalasi Elysia OS pada PC Desktop dengan Windows atau tepatnya dibuat menjadi Dual Boot bukan lagi Single Boot. Dual Boot itu artinya kita punya dua sistem operasi (OS) dalam satu perangkat seperti PC Desktop untuk dapat dioperasikan secara penuh baik untuk produktifitas, multitasking, gaming, dan lainnya atau sekadar coba-coba saja karena penasaran dengan Dual Boot juga bisa dilakukan.
Hal pertama yang perlu diperhatikan ialah, kesiapan pikiran secara jernih untuk membuat keputusan final sebelum melakukan Dual Boot. Karena hal ini cukup krusial, bilamana memang masih belum siap bisa belajar terlebih dahulu untuk sekadar mengetahui akan dampak apa yang dihasilkan dari Dual Boot bisa saja saat melakukan instalasi OS lain dalam PC Desktop Windows tersebut muncul error, gagal booting, dan lain-lain maka dari itu harus siap dan mengerti apa konsekuensi nya. Saat sudah siap, maka yang harus dilakukan ialah menyiapkan alat sebagai berikut:
- Flash Drive berukuran minimal 8 GB (ini penting, karena instalasi OS dilakukan melalui FD ini);
- Ruangan partisi size HDD/SSD yang memadai untuk OS tersebut (minimal Elysia OS adalah 50 GB, untuk size sebenarnya bisa bebas tergantung kebutuhan user bisa juga 100 GB seperti punyaku ^_^);
- Aplikasi RUFUS (ini dipakai untuk membuat bootable ISO Image Elysia OS bisa dijalankan di Flash Drive yang digunakan untuk instalasi);
- ISO Image Elysia OS yang dapat diunduh pada link dibawah ini.
Langkah-Langkah Instalasi:
- Download aplikasi Rufus, ISO Image Elysia OS terlebih dahulu melalui tombol link yang sudah disediakan diatas.
Gambar 6. Download ISO Image Elysia OS Gambar 7. Download aplikasi RUFUS (Pilih versi Windows) - Tancapkan Flash Drive 8 GB yang sudah disiapkan tadi ke port USB PC.
- Lalu install aplikasi RUFUS yang sudah di download tadi, tekan next sampai terbuka aplikasi nya.
Gambar 8. RUFUS yang sudah di download - Pada opsi Boot Selection, pilih Disk or ISO image, kemudian tekan tombol SELECT di kanan nya. Dimana itu nanti akan membuka file explorer untuk memilih file ISO Image Elysia OS yang sudah di download.
Gambar 9. Aplikasi RUFUS yang sudah terinstall - Disini pada bagian Device yang tertampil secara otomatis pada RUFUS yang merupakan USB Flash Drive yang sudah ditancapkan tadi.
- Pada bagian Partition Scheme pilih GPT. (Wajib GPT karena laptop saat ini yang ku gunakan pakai UEFI/Windows modern. Kalau pilih MBR nanti tidak terbaca saat boot), target system secara otomatis akan jadi UEFI (non CSM).
- Setelah itu, tombol START yang tadinya nonaktif tidak dapat ditekan sekarang sudah bisa ditekan aktif, jadi bisa di klik.
- Jika muncul pertanyaan "Write in ISO Image mode" atau "DD Image mode", pilih yang Write in ISO Image mode dulu karena ini sudah direkomendasikan.
- Klik OK saat ada peringatan format USB FD nya dan tunggu sampai bar hijau penuh dan statusnya "READY".
- Jangan lupa untuk memastikan ada partisi kosong atau size HDD/SSD yang kosong dan cukup untuk digunakan sebagai rumah dari OS Arch Linux.
- Kalau hanya pakai HDD/SSD hanya ada satu dan bukan eksternal sama seperti punyaku dapat membuka Create and Format Hard Disk Partition yang ada di Windows.
Gambar 10. Create and Format Hard Disk Partitions - Kemudian setelah terbuka lakukan Shrink Volume dari size disk yang ada, alokasikan saja minimal 50 GB dan kemudian tunggu saja sampai volume tersebut berhasil dipisah dan status disk nya menjadi Unallocated.
Gambar 11. Shrink volume Windows-SSD punyaku untuk dialokasikan 100 GB Arch - Selanjutnya PC dapat dimatikan atau di shutdown dahulu, baru kemudian USB FD bisa dicabut dari PC.
- USB FD dapat ditancapkan kembali sebelum menghidupkan PC.
- Setelah PC menyala, tekan tahan atau terus spam tombol di keyboard F12 atau F2, tombol ini tergantung vendor yang kalian gunakan.
- PC secara otomatis akan masuk ke BIOS mode.
Gambar 12. BIOS Mode - Pada BIOS mode ini, pastikan kalian mengetahui letak ganti urutan Boot Priority, secara normal nya boot pertama pasti dilakukan dari HDD/SSD bukan yang lain.
- USB FD yang sudah ditancapkan tadi sudah terbaca, bila kita bisa melihat posisi dari Boot Priority Device yang atas sendiri atau nomor satu pasti HDD/SSD PC kita, yang harus dilakukan ialah menaikkan prioritas USB FD dari posisi yang didapatkan ke paling atas atau nomor satu menggantikan HDD/SSD. Gunanya apa? Biar sistem BIOS memutuskan untuk masuk ke boot yang ada di USB FD tersebut karena kita tadi sudah melakukan tindakan bootable devices melalui aplikasi RUFUS.
- Hal lain yang perlu diperhatikan juga ialah mematikan Secure Boot di BIOS, normal nya PC dengan sistem operasi Windows seperti punya ku (sebenarnya sih laptop ya sama aja yah :b), Secure Boot nya dalam kondisi ENABLED dan yang harus kita lakukan ialah mematikan atau DISABLED, jangan sampai Secure Boot ini mengganggu proses boot dari USB FD yang sudah diprioritaskan utama tadi.
Gambar 13. Secure Boot Disabled - Jangan lupa setelah semua selesai dikonfigurasi, pilih opsi save and exit dari BIOS mode, nantinya PC akan restart secara otomatis.
- Tadaaa..... PC akhirnya booting melalui USB FD untuk melanjutkan instalasi Elysia OS melalui ISO image.
Gambar 14. Elysia OS install medium - Melalui gambar diatas, pastikan harus bisa sampai ke pilihan yang ini. Karena di pilihan ini kita akan masuk untuk install medium dari Elysia OS melalui ISO image. Pilih paling atas yaitu ElysiaOS install medium (x86_84, x64 UEFI) ini akan masuk kedalam OS Arch Linux nya untuk dipasang.
BABAK 3
ELYSIA OS BEGIN
Inilah saatnya Elysia OS sudah dapat dimasuki, hal pertama yang kurasakan waktu itu benar-benar sumringah karena ini pengalaman yang 180 derajat berbeda dari Windows maupun Ubuntu GNOME yang pernah kupakai.
- Elysia OS akan menampilkan pesan welcome terlebih dahulu, kemudian kita disuruh untuk melakukan alokasi secara manual melalui GParted yang disediakan. Karena tadi setelah kita Shrink Volume, disk tersebut menjadi Unallocated.
Gambar 15. Elysia OS menampilkan setiap disk yang ada pada PC ini Gambar 16. Panduan GParted untuk membuat partisi yang wajib sesuai dengan aturan di foto - Setelah membuat partisi dan memastikan dapat digunakan sebagai rumah dari OS Arch, maka list semua partisi akan tampak, disini kita harus mengetik partisi mana yang mau dipakai, tidak bisa memilih seperti GNOME.
Gambar 17. List semua partisi di PC - Root partition harus diisi sesuai dengan partisi EXT4 yang sudah dibuat tadi, disini punyaku 100 GB. Kemudian, untuk EFI Partition harus diisi dengan partisi VFAT dimana ini merupakan jantung dari bootloader PC, nanti bisa dibilang menjadi tempat dari kita untuk memilih mau boot/masuk ke OS mana.
- Kemudian setelah partisi dipilih untuk menjadi rumah Elysia OS, dapat melanjutkan untuk menekan tombol Start Installation dan tunggu hingga proses keseluruhannya selesai, ikuti saja panduan yang ada di Elysia OS Installation Manager.
Gambar 18. Instalasi Elysia OS dalam proses - Bila muncul pertanyaan konfirmasi seperti dibawah ini, ketik saja Y. Dimana repositori Arch sedang menginstall driver yang dibutuhkan untuk PC, kalau N nanti bisa tidak jalan PC nya bisa-bisa.
Gambar 19. Konfirmasi install driver yang dibutuhkan - TADAAA ELYSIAOS DUALBOOT WINDOWS PUN BERHASIL DIINSTALL SETELAH MELALUI PROSES YANG PANJANG DAN SISTEM AKAN OTOMATIS REBOOT SETELAH KLIK OK.
Gambar 20. Elysia sudah bisa tidur dirumahmu atau PC - Saat reboot jangan bingung ketika sampai digambar ini, karena ini merupakan GRUB (GRand Unified Bootloader) dimana ini menjadi bootloader utama dalam sistem operasi berbasis Linux yang bertugas memuat sistem operasi (OS) atau kernel saat komputer dinyalakan, punya tugas sebagai pemilih OS mana yang akan dijalankan jika ada lebih dari satu OS terinstal.
Gambar 21. Elysia OS GRUB (Cyrene OS, karena sudah ku modifikasi GRUB theme nya :) - Saat masuk kedalam jangan lupa untuk login dengan username dan password yang tadi sudah di set pada Elysia OS Installation Manager, jangan sampai lupa.
- Inilah tampilan awal dari Elysia OS Arch Linux Hyprland, dia akan memberikan panduan terutama mengenai keybinds karena di Hyprland bukan main kursor. Kursor hanya menjadi kelas teri disini, keyboard lah yang menjadi petinggi. Entah mau buka file explore, close app, maupun buka app drawer bahkan setting area window tile dari Hyprland.
Gambar 22. Elysia OS Arch Linux Hyprland Keybinds (wajib diingat)
Usai sudah instalasi Elysia OS yang menawan dan anggun ini beserta eksentrik jeroan tampilannya. Kalian sudah bisa pakai secara normal, untuk panduan lainnya mengenai bagaimana membuka ini itu, semua ada di internet yang bisa kalian jelajahi sendiri. Eksplorasi mengajarkan kita untuk terus mencari tahu dan ingin tahu serta mempelajari, bukan hanya berdiam di satu tempat lalu berangan-angan karena keingintahuan merupakan salah satu bibit dari tindakan realistis untuk tetap meningkatkan kualitas diri.