Ditulis oleh: Muhammad Aprieldauzi F.

Kategori: Networking, Linux Customization, Tutorial

Halo, sobat tux dan pejuang administrasi jaringan!

Sebagai mahasiswa semester tua yang lagi mengerjakan tugas magang, hari ini aku ditugaskan untuk melakukan ritual wajib anak jaringan yaitu install GNS3. Rencananya sederhana, mau pasang simulator jaringan unik ini di OS distro ku yaitu Arch Linux (ElysiaOS Edition) dengan Window Manager Hyprland.

GNS3 Software
Gambar 1. GNS3 Software

Buat kalian para jagoan sepuh dalam Arch, pasti mikirnya "Ah, gampang. Tinggal yay -S gns3-gui gns3-server dynamips ubridge, kelar." Ternyata, realita di lapangan tidak seindah itu, Kawan. Ada drama dependensi yang cukup bikin pusing gara-gara update sistem terbaru. Awal singkat cerita karena aku sudah install GNS3 terlebih dahulu sebelum masalah ini sebenarnya mudah dengan menggunakan AUR Helper (yay atau paru), kenapa bukan pacman dikarenakan baru-baru ini GNS3 sudah dipindahkan dari repositori resmi Arch ke AUR (Arch User Repository).

Lalu masalah izin user dan sekeluarga nya juga cukup menggunakan perintah sudo groupadd ubridge. Kenapa buat grup ubridge nya manual, karena tidak selalu otomatis langsung dengan sepaket instalasi GNS3 tadi. Begitu sudah dibuat secara manual, masukkan pengguna atau kita ke grup yang sudah ada disini karena aku sudah ada group wireshark dan docker maka tinggal aku tambahkan saja ke grup yang sebelumnya dengan perintah sudo usermod -aG ubridge,libvirt,kvm,wireshark,docker $USER.

Di artikel ini, aku bakal rangkum Cara Install GNS3 di Arch Linux dari awal, lengkap dengan solusi error qt5-websockets yang sempat bikin macet total.


TAHAP 1

Ekspektasi Instalasi (Cara Normal)

Secara teori, menginstall GNS3 di Arch Linux itu straightforward. Kita butuh beberapa komponen utama: GUI, Server, Dynamips (untuk emulasi Cisco), dan uBridge (untuk koneksi antar node). DIbawah ini merupakan cara yang aku lakukan pada waktu itu, namun kenyataannya saat aku menjalankan aplikasi nya saat artikel ini mau dibuat terdapat error yang mengejutkan.

Langkah normal standar yang biasanya dilakukan adalah lewat terminal sakti kita:

  1. Update Database Dulu (Wajib):
    Biar nggak kejadian error 404 karena database basi.

    sudo pacman -Syu
  2. Install Paket Utama:
    Perintah standarnya biasanya begini:

    sudo pacman -S gns3-gui gns3-server dynamips ubridge

    Atau kalau kalian tim mager yang pakai AUR Helper (seperti yay atau paru):

    yay -S gns3-gui gns3-server dynamips ubridge

Nah, di sinilah letak masalahnya. Saat proses instalasi berjalan atau saat mencoba menjalankan aplikasi pertama kali, terminal malah melempar error merah yang bikin kening berkerut.


TAHAP 2

Realita & Masalah (The Error)

Setelah instalasi dianggap selesai, aku coba jalankan gns3 lewat terminal. Hasilnya? Aplikasi menolak terbuka dan muncul pesan error soal modul Python yang hilang.

Please install the PyQt5.QtWebSockets module
Error: target not found: qt5-websockets
Modul GNS3 yang bermasalah
Gambar 1. Modul GNS3 yang bermasalah

Ada Apa dengan "qt5-websockets"?

Setelah penasaran dan cari tahu tipis-tipis di Arch Linux Forums, ternyata biang keroknya adalah kebijakan "bersih-bersih" repository Arch Linux sekitar November 2025. Untuk jelasnya bisa dilihat pada link berikut ini, https://bbs.archlinux.org/viewtopic.php?id=310120. Paket-paket berbasis Qt5 (termasuk qt5-websockets) mulai dianggap End-Of-Life (EOL) alias usang, karena fokus developer sudah pindah ke Qt6. Akibatnya, paket ini dihapus dari repository resmi.

Yang jadi masalah ialah pengembang GNS3 masih butuh paket itu dan belum sepenuhnya belum sepenuhnya migrasi ke Qt6 saat itu, kan gak expect banget kalau dianalogikan seperti sebuah kendaraan masih butuh bensin dengan kandungan RON yang sesuai, tapi jenis BBM tersebut malah dihapus karena sudah tidak ramah Euro Environment. Jadilah kita para pengguna terjebak di kasus butuh barangnya, tapi tokonya udah tutup atau butuh paketnya, tapi server resmi Arch bilang, "Barangnya udah nggak kami jual, Gan."


TAHAP 3

Solusi & Troubleshooting (Jalan Ninja)

Karena di repo resmi sudah hilang, solusinya adalah Compile Manual via AUR. Kita harus mengambil source code dari komunitas dan merakitnya sendiri.

Berikut langkah-langkah yang aku lakukan tadi dan 100% Works:

1. Install Modul Tambahan via AUR

Kita butuh paket bernama python-pyqt5-extra-modules (atau kadang terpisah sebagai qt5-websockets-git).

Jika punya yay, gunakan perintah ini di terminal paling gampang:

yay -S qt5-websockets python-pyqt5-extra-modules

Jika kalian tidak punya yay, lakukan cara manual yang paling ampuh ini:

# Clone source code dari AUR git clone https://aur.archlinux.org/python-pyqt5-extra-modules.git
# Masuk ke foldernya cd python-pyqt5-extra-modules
# Rakit paketnya (Compile) makepkg -si

Proses ini agak lama karena laptop sedang merakit kode mentah jadi aplikasi. Tunggu saja sambil ngopi (aseli lama banget tidak habis pikir sampai ber menit-menit).

Terminal menunjukkan perbaikan sudah selesai dan GNS3 siap ditampilkan
Gambar 2. Terminal menunjukkan perbaikan sudah selesai dan GNS3 siap ditampilkan

Setelah error Qt5 beres, GNS3 akhirnya terbuka dan dapat berjalan normal, masalah module library tadi sudah berhasil diatasi.

Aplikasi GNS3 dapat ditampilkan
Gambar 3. Aplikasi GNS3 dapat ditampilkan

TAHAP 4

Finalisasi Setup (uBridge)

Saat GNS3 pertama kali jalan, setup wizard akan muncul. Pada setup wizard tersebut, kita sebagai pengguna tidak perlu bingung mengenai pilihan opsi untuk koneksi ke GNS3 Controller, karena pilihan yang sudah direkomendasikan yakni memulai dan terhubung ke controller local (hal ini harus digarisbawahi karena opsi ini hanya berlaku di OS Linux). Yang artinya, GNS3 akan menggunakan kekuatan laptopmu sendiri (Localhost) untuk menjalankan simulasi, tidak bakal numpang ke server orang lain atau VM luar. Biasanya pada OS Windows harus menggunakan VMWare atau VirtualBox agar GNS3 Controller dapat terhubung. Ini menjadi pilihan rekomen paling bagus untuk OS Linux, jadi cukup tekan next saja.

Tantangan terakhir adalah mengenai izin uBridge. Karena Linux sangat ketat soal keamanan jaringan, uBridge butuh izin khusus (capabilities) untuk membaca paket data. Biasanya akan muncul pop-up dialog. Cukup klik "Yes" dan masukkan password root/user kalian.

Kotak dialog izin uBridge kepada pengguna GNS3 di OS Linux
Gambar 4. Kotak dialog izin uBridge kepada pengguna GNS3 di OS Linux
Kotak teks untuk password login perangkat pengguna sebagai verifikator
Gambar 5. Kotak teks untuk password login perangkat pengguna sebagai verifikator

Penjelasan mengenai pop-up yang bertanya "uBridge requires CAP_NET_RAW..." ialah memberikan izin kepada ubridge sebagai jembatan jaringan GNS3 untuk dapat read paket data langsung dari kartu jaringanmu/NIC CARD. Tanpa ini, simulasi gak bakal jalan. Syaratnya silahkan masukkan Password Login-mu pada kotak yang muncul berikutnya. Perintah setcap ... yang terlihat di situ adalah perintah Linux untuk memberikan prioritas akses tinggi ke file ubridge.


TAHAP 5

Menambahkan Router Cisco & Konfigurasi "Gondrong"

GNS3 tanpa Router Image itu ibarat sayur tanpa garam, hambar dan nggak bisa dipakai masak (simulasi). Setelah aplikasi terbuka, langkah selanjutnya adalah memasukkan "jiwa" router-nya, yaitu file IOS Image. Di sini aku menggunakan image legendaris Cisco c7200.

Langkahnya cukup masuk ke menu Edit > Preferences > IOS routers > New. Namun, ada racikan khusus supaya router ini "sakti" dan punya banyak port (istilahnya: router gondrong) buat lab yang kompleks.

1. Racikan Slot & RAM (The Sweet Spot)

Saat memasukkan image, jangan asal next. Perhatikan dua hal ini agar laptop tidak meledak dan port-nya lengkap:

  • RAM: Jika pakai image versi lama (T5), cukup set ke 256 MB. Kalau pakai versi baru (15.x), wajib 512 MB. Jangan pelit, tapi jangan boros juga.
  • Network Adapters (Slot): Ini kuncinya. Secara default slotnya kosong. Biar enak buat simulasi WAN dan LAN, aku isi slotnya seperti ini:
    • Slot 0: C7200-IO-FE (Bawaan FastEthernet)
    • Slot 1: PA-GE (Buat GigabitEthernet, biar kenceng)
    • Slot 2: PA-4T+ (Ini wajib buat kabel Serial/WAN warna merah zigzag)
Settingan Slot Adapter agar Router punya port Gigabit dan Serial
Gambar 6. Settingan Slot Adapter agar Router punya port Gigabit dan Serial
Cisco Router Serial C7200-T5 berhasil dipasang
Gambar 7. Cisco Router Serial C7200-T5 berhasil dipasang

2. Penyakit Hyprland: Terminal Gak Muncul!

Nah, ini dia drama kedua. Setelah router ditarik ke kanvas, dikasih kabel, dan dinyalakan (sampai indikator hijau), masalah muncul saat mau konfigurasi CLI.

Saat klik kanan > Console, tidak terjadi apa-apa. Hening.

Ternyata, GNS3 secara default mencoba memanggil xterm atau gnome-terminal. Padahal di Arch Linux dengan Hyprland, aku (dan mungkin kalian) pakainya Kitty atau Alacritty. Solusinya, kita harus edit perintah consolenya di Preferences > General > Console applications.

Ganti perintah default-nya dengan mantra ini (sesuaikan dengan terminal kalian):

kitty -e telnet %h %p

Gambar dibawah ini merupakan perintah default terminal Kitty-ku.

Mengganti command line console agar support Terminal Kitty
Gambar 7. Mengganti command line console agar support Terminal Kitty

3. It Works! Hijau Royo-Royo

Setelah settingan terminal diperbaiki, momen kebenaran pun tiba. Aku coba hubungkan dua router dengan kabel, nyalakan (Start), dan... Voila! Indikator berubah jadi hijau, dan saat di-double click, terminal Kitty langsung terbuka menampilkan prompt Router>.

Topologi sudah hijau dan Console Terminal berhasil diakses
Gambar 8. Topologi sudah hijau dan Console Terminal berhasil diakses

Oh iya, jika terminal kalian error command not found: telnet, jangan lupa install paket inetutils dulu ya. Kadang hal kecil gini yang bikin panik.

Kesimpulan

Install GNS3 di Arch Linux memang butuh effort lebih dibanding distro lain, apalagi dengan drama penghapusan paket Qt5 di akhir 2025 ini. Tapi sisi positifnya, kita jadi paham cara kerja dependensi sistem. Dibalik memakan waktu nya yang lama, bukan berarti semua tidak ada arti, apalagi kita sebagai user ARCH LINUX harus siap tempur karena Arch dominan digunakan oleh para expert daripada user biasa maupun pemula yang baru aja beralih dari OS Windows.

Buat kalian yang mengalami hal sama:

  1. Jangan panik kalau paket "Not Found". Cek AUR.
  2. Pengguna Hyprland/Wayland, ingat mantra QT_QPA_PLATFORM=xcb.
  3. Pastikan uBridge dapat izin root.

Sekarang GNS3-ku dan para pembaca sudah lancar jaya (semoga saja begitu, kalau kurang yakin langsung aja tanya kepercayaan kecerdasan buatan masing-masing) buat simulasi router Cisco. Siap lanjut produktif buat materi magang nanti. Semoga bermanfaat!

Happy Lab-ing!

Artikel Ini Dipersembahkan Oleh
PT. RADNET DIGITAL INDONESIA

Pionir Solusi Kebutuhan Digital Terpercaya di Indonesia