Ditulis oleh: Muhammad Aprieldauzi F.

Kategori: System Administration, Linux Server, Workshop

RANGKUMAN LOKAKARYA

Arsitektur dan Implementasi Active Directory
pada Zentyal Community

Banner Lokakarya Zentyal
Gambar 1. Sesi Pembukaan Lokakarya Zentyal Community

Sesi lokakarya online yang diselenggarakan pada 28 Januari 2026 ini dibawakan oleh Pak Utian Ayuba dengan fokus utama pada pemanfaatan Zentyal Community Edition sebagai pengganti Windows Server untuk layanan Active Directory (AD). Pembahasan awalnya dimulai dengan konsep dasar integrasi Samba sebagai Domain Controller yang kompatibel dengan Windows Server 2008 ke atas, dimana Zentyal ini dipilih karena menyediakan sebuah antarmuka grafis (GUI) yang memudahkan manajemen sistem dibandingkan konfigurasi command line manual yang rentan kesalahan. Pak Utian menekankan pentingnya memiliki arsitektur "Single Source of Truth" untuk data direktori layanan, sehingga manajemen identitas pengguna dapat secara terpusat dan efisien.

Secara teknis, arsitektur jaringan yang dirancang dalam simulasi ini cukup kompleks demi menunjang reliabilitas. Topologi yang digunakan memakai skema High Availability dengan menempatkan sebuah Virtual IP (10.67.67.10) di depan dua unit server Zentyal (Zentyal-1 dan Zentyal-2) yang saling terhubung. Infrastruktur ini mampu melayani klien dari berbagai sistem operasi, seperti Windows 11 dan Rocky Linux. Dalam sesi demonstrasi, penerapannya merujuk pada dokumentasi teknis yang tersedia di repositori GitLab (digigov.id), mulai dari instalasi paket dasar hingga penyesuaian konfigurasi DNS. Salah satu poin krusial yang disorot adalah edit berkas named.conf.options untuk mengaktifkan opsi dnssec-validation menjadi yes agar keamanan resolusi domain dapat lebih terjamin.

Proses konfigurasi dilanjutkan melalui antarmuka web Zentyal yang berjalan di port 8443. Tahapannya yakni meliputi manajemen perangkat lunak (Software Management) untuk menginstal komponen vital seperti Domain Controller, DNS, File Sharing, dan Firewall. Setelah komponen terpasang, dilakukan pengaturan parameter domain dengan Realm bernama enamtujuh.id dan NetBIOS enamtujuh, serta memberikan deskripsi server sebagai identitas. Langkah terakhir yang diperlihatkan adalah aktivasi modul-modul tersebut, di mana sistem secara otomatis akan mengaktifkan dependensi layanan lain seperti HTTP dan Network untuk memastikan Domain Controller dapat beroperasi penuh dan siap digunakan dalam lingkungan produksi maupun testing.

DOKUMENTASI SELAMA LOKAKARYA:

Dokumentasi 1
Dokumentasi 2
Dokumentasi 3
Dokumentasi 4
Dokumentasi 5
Dokumentasi 6
Dokumentasi 7
Artikel Ini Dipersembahkan Oleh
PT. RADNET DIGITAL INDONESIA

Pionir Solusi Kebutuhan Digital Terpercaya di Indonesia